Tentang Organ Intim Kewanitaan

Ada Apa dengan Organ Intim  Kewanitaan Anda ?


Membicarakan yang satu ini  tidak akan pernah ada habisnya. Terbuka atau bisik-bisik (mungkin disertai rasa malu), pembahasan  seputar Miss V  menarik untuk diulang-ulang  di manapun, kapanpun oleh profesi apapun.

Tinggal di daerah tropis  yang panas  membuat kita sering  berkeringat. Keringat ini membuat tubuh  kita lembab, terutama  pada organ seksual  dan reproduksi  yang tertutup  dan berlipat . Akibatnya  bakteri akan mudah  berkembang biak  dan ekosistem  di Miss V terganggu  sehingga menimbulkan  bau tak sedap  dan infeksi.  Untuk itulah  kita perlu   menjaga  keseimbangan  ekosistem  Miss V  yang dipengaruhi  2 faktor utama, yaitu  esterogen  dan laktobasilus  (bakteri baik). Jika  keseimbangan  ini terganggu , bakteri laktobasilus  akan mati dan bakteri  pathogen  akan tumbuh  sehingga tubuh akan  rentan terhadap infeksi.

Banyak faktor yang menyebabkan  ketidakseimbangan  ekosistem  Miss V, antara lain  kontrasepsi  oral, diabetes  militus, pemakaian antibiotik, darah haid,  cairan mani, penyemprotan  cairan ke dalam Miss V (douching)  dan gangguan hormon (pubertas, menopause, atau kehamilan.

Dalam keadaan normal Miss V mempunyai bau yang khas. Tetapi  bila ada infeksi  atau keputihan  yang tidak normal  dapat menimbulkan  bau yang mengganggu , menyengat dan amis yang disebabkan  jamur, bakteri,  dan kuman lainnya. Jika dibiarkan  bisa masuk  sampai ke dalam rahim. Keluhan  yang sering  terjadi  adalah  Vaginitis atau yang sering dikenal dengan keputihan.

APA ITU VAGINITAS  ?.

Vaginitis adalah suatu peradangan pada Miss V  yang biasanya  disebabkan  oleh infeksi  atau perubahan flora  bakteri  yang secara normal  ada dalam Miss V.

Salah satu gejalanya  adalah keluarnya  cairan  dari vagina  diikuti  rasa gatal, iritasi bagian bawah, bau/aroma yang tidak sedap, bahkan bisa terjadi  pendarahan  pada Miss V.

3 JENIS  VAGINITIS

  • Trichomonaisis : Disebabkan oleh parasit Trichomonaisis Vaginalis  yang menimbulkan cairan berbau, banyak, berwarna kuning  kehijauan  dan kadang berbusa, sangat gatal dan terasa  perih. Bisa menular  melalui hubungan seksual.
  • Vaginosis Bakteri : Disebabkan  oleh bakteri  Gardnerella  Vaginalis. Cairan  yang keluar  sedikit, berwarna abu-abu dan bau tak sedap.
  • Candidosis / Infeksi Jamur
CANDIDA ALBICANS

  • Merupakan salah satu  jenis Jamur yang normal  ditemukan dalam Miss V  yang akan berkembang  biak  hingga jumlahnya  melampaui  batas apabila  terjadi  perubahan  kondisi  organ intim wanita.

CIRI-CIRI GEJALANYA :
  • Terdapat cairan  kental  di dalam Miss V  berwarna putih  dan berbau tak sedap
  • Timbul rasa gatal
  • Nyeri  dan panas  saat buang air kecil atau saat berhubungan intim
CANDIDA (JAMUR PELAHAP GLUKOSA/GULA)

Jika terjadi ketidakseimbangan hormon dalam tubuh dan memicu  naiknya gula  darah maka Candida akan  berkembang pesat  maka terjadilah infeksi jamur.

***********************************

 TIPS MERAWAT / MENJAGA MISS V :
  1. Gunakan celana dalam berbahan katun
  2. Gunakan air bersih untuk membersihkan Miss V
  3. Hindari penggunaan Vagina Douch / Cairan Pembersih  karena bisa mengubah PH Miss V
  4. Bilas area Miss V dari depan  ke belakang  ketika cebok  agar terhindar dari kontaminasi kuman dari anus
  5. Mengganti pembalut sesering mungkin saat haid
  6. Hindari pemakain celana dalam  ketat
  7. Hindari pemakaian  parfum  atau sabun  yang mengandung parfum  (termasuk deodorant) agar tidak terjadi iritasi
  8. Gunakan handuk sendiri
  9. Biasakan  cuci tangan  sebelum  menyentuh Miss V
  10. Pastikan gunakan  celana dalam bersih
  11. Konsumsi  vitaminV. C 500 mg 2 x 1 sehari untuk meningkatkan  asiditas  sekresi Miss
*************************************

Tidak ada komentar:

Posting Komentar